SUARAAGRARIA.com, Jakarta - Jatuhnya korban tewas dan
luka akibat sengketa pertanahan yang marak belakangan ini memunculkan
keperihatinan yang mendalam. Menyikapi hal tersebut anggota Komisi III
dari Fraksi Golkar, Nudirman Munir, berharap pemerintah selalu pro
rakyat kecil dalam menyelesaikan sengketa.
"Hal ini saya permasalahkan, kenapa rakyat selalu jadi korban. Saya
sudah sampaikan berkali-kali kepada Pak Kapolri, tidak adanya
keberpihakan pemerintah kepada rakyat, sehingga yang jadi korban selalu
rakyat," tukas Nudirman di Jakarta, Senin (30/7/2012).
Nudirman yakin jika pemerintah berpihak kepada rakyat, maka pasti ada
solusinya. Tapi ini justru rakyat selalu ditaruh di pihak yang salah.
Padahal keinginan rakyat sederhana, bisa makan dan bisa hidup sejahtera.
Nudirman menunjuk bentrok warga dengan PTPN VII Cinta Manis dan kasus
terminal bayangan di Jalan Tol Jati Bening, Bekasi. Di situ padahal
rakyat hanya berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. “Kenapa harus
berhadapan dengan aparat ?” katanya.
"Tindakan kekerasan polisi terhadap rakyat, itu menunjukkan pemerintah
mengorbankan rakyat. Artinya tindakan pemerintah tidak berpihak kepada
rakyat, dan menyakiti hati rakyat," paparnya.
Ia kemudian berharap apa yang telah terjadi belakangan ini tidak meledak
seperti bom waktu. Syaratnya, tidak lain adalah pemerintah berpihak
pada rakyat.
"Masalah seperti ini sudah menghantui kita hampir di seluruh wilayah
Indonesia. Papua, Sulawesi, Maluku, Kalimantan, dan Sumatera. Sudah
terlalu banyak air mata tumpah dan nyawa melayang,” tegasnya.
(bud/ed.olo)
sumber/
source:
suaraagraria.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar