SUARAAGRARIA.com , Palembang: Walhi (Wahana Lingkungan
Hidup Indonesia) menyesalkan terhentinya penyelesaian sengketa lahan di
Ogan Ilir antara PTPN VII Cinta Manis dengan masyarakat dari 21 desa di
kabupaten itu pasca penembakan yang menimbulkan korban luka dan tewas.
Menurut Anwar Sadat, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup
Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan (Sumsel), masyarakat belum berani
mengajukan tuntutan mereka kembali, karena saat ini warga tak bebas
menyelenggarakan pertemuan untuk membahas tuntutan lahan tersebut.
"Warga masih trauma setiap kali ada pertemuan, karea kehadiran polisi.
Meski baik-baik caranya, tapi warga nampaknya trauma," katanya di
Palembang, Sumsel, Kamis (9/8/2012).
Sebaliknya, pihak PTPN VII Cinta Manis telah beroperasi secara penuh.
Penggarapan lahan berlangsung di seluruh lokasi dengan kawalan pihak
kepolisian.
Namun sebagian lahan sempat tak ditanami perusahaan karena bersengketa
dengan kelompok masyarakat Gerakan Petani Penesak Bersatu (GPPB). GPPB
mengklaim 15.000 hektar lahan PTPN VII Cinta Manis. Menurut mereka
mengatakan lahan tersebut dulu dirampas pada zaman Orde Baru sekitar.
sumber/
source:
suaraagraria.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar