SUARAAGRARIA.com, Batam: Bentrokan berdarah akibat
sengketa lahan Batu Ampar di sekitar Hotel Planet Holiday Juni lalu
menimbulkan keprihatinan mendalam. Bentrokan tersebut menunjukkan bahwa
permasalahan pertanahan di Batam dapat meledak sewaktu-waktu.
Demikian Anggota Komnas HAM RI, Jhoni Nelsen Simanjuntak kepada pers
baru-baru ini. "Ibarat bom waktu yang bisa meledak sewaktu-waktu jika
tidak ditangani serius," tegasnya.
Untuk itu Badan Pengusahaan (BP) Batam dan juga Pemko Batam diminta
memberikan perhatian yang serius terhadap masalah pertanahan di daerah
kerjanya. Tidak mustahil akan banyak terjadi kekerasan akibat persoalan
lahan.
Menurutnya, sengketa lahan muncul karena tumpang tindih hak pengelolaan.
Ia kemudian menunjuk kasus Hotel Planet, Jasirullah dengan PT Batam
Island Marine (BIM) di Pulau Manis dan lain-laihn yang disinyalir
memiliki sertifikat tanah lebih dari satu.
Sengketa lahan sering berujung pada bentrok fisik, dan sangat rawan
dengan pelanggaran Hak Asasi Manusia. Makanya penataan pertanahan yang
benar di Batam urgen dilakukan.
sumber/
source:
suaraagraria.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar